Showing posts with label Downloaded photo and forwarded email/Life. Show all posts
Showing posts with label Downloaded photo and forwarded email/Life. Show all posts

Wednesday, December 3, 2008

KAPAN MAU PENSIUN?


Biasanya orang yang bekerja keras akan pensiun lebih lambat karena kecintaannya terhadap pekerjannya, dan setelah merasa terlalu banyak stress yang mempengaruhi pikiran dan tubuh muncullah berbagai penyakit serius dan merasa tidak tahan lagi, akhirnya membuat keputusan untuk berhenti kerja.

Ada informasi bahwa penyakit yang serius disebabkan stress yang berat, ada diantara mereka yang meninggal dunia dalam 2 tahun sesudah pensiun lewat usia 55 tahun. Sebaliknya, orang yang pensiun lebih dini atau pada usia 55 tahun, cenderung usia hidupnya lebih panjang dan sebahagian hampir mencapai usia diatas 80 tahun. Kemungkinan kehidupan mereka lebih mapan dalam hal keuangan sehingga mereka lebih mampu merencanakan dan mengelola berbagai aspek didalam kehidupan, kesehatan maupun dalam karir.

Anda harus merencanakan jenjang karir dan keuangan sebelum 55 tahun supaya bisa pensiun tepat waktu pada usia 55 tahun dan dapat menikmati masa tua dengan penuh kebahagian didalam kehidupan hari tua, apalagi jika Tuhan memberikan umur panjang bisa sampai usia keemasan 80 tahun bahkan boleh lebih. Pada masa pensiun usia 55 tahun, Anda boleh melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat seperti kegiatan social, amal ibadah sehingga sisa waktu hari tua menjadi lebih bernilai didalam kehidupan Anda.

Nah, jika Anda tidak mau keluar dari pekerjaan yang penuh dangan beban dan tanggungjawab pada usia 55 tahun, Anda harus berusaha keras walaupun kondisi pekerjaan begitu multi konflik dan stress seperti didalam periuk bertekanan tinggi (high pressure cooker). Anda terus bertahan bekerja sampai usia 65 - 70 tahun baru mau pensiun, maka kemungkinan Anda tidak akan bisa menikmati masa pensiun yang lebih lama.

Untuk berbagi:

Teman sekerja saya, FN, biasa mengatakan kepada saya, “ Sebelum 55 tahun, adalah waktu kerja. Sesudah 55 tahun, adalah waktu yang diperpanjang. Sesudah 60 tahun, adalah waktu tambahan. Sesudah 70 tahun, sudah mendekati ajal usia.”

Saya berterima kasih kepada Tuhan atas berkatNya yang terus menerus memberikan kesehatan pada saya sehingga saya dapat bekerja beberapa tahun lagi selepas usia 55 tahun.

Saya benar-benar membuat satu rencana masa pensiun yang mapan pada bulan December 2007 karena pada waktu itu usia saya telah melewati 60 tahun dan itu adalah waktu tambahan buat saya. Oleh kerana memenuhi permintaan bos saya dan juga memenuhi komitmen saya, bahwa saya lanjut bekerja di HO Medan sejak Nopember 2007. Namun begitu, saya sudah membuat keputusan bulat harus bisa berhenti bekerja pada akhir bulan Nopember 2008 dengan satu prinsip masuk baik dan keluar dengan baik. Keputusan ini diambil sehubungan isteri saya sudah mendesak saya berkali-kali agar saya pensiun dan memanfaatkan kesempatan ini untuk berobat di Malaysia karena mengalami penyakit prostat dan arthritis. Seperti kebanyakan orang yang memasuki masa pensiun dengan senang, maka saya juga ingin memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya bersama keluarga dan isteri tercinta dengan waktu tambahan saya untuk berwisata dan mengunjungi anak-anak kami kapan saja kami mau.

Sekiranya pensiunan sama seperti usia saya tentu saja akan memanfaatkan waktunya dengan sukacita, kegembiraan dan suasana yang cukup santai dalam kehidupan masa pensiun kalau Tuhan mengizinkan kita boleh umur panjang dan hidup sampai usia 80 tahun atau lebih. Itu akan merupakan berkat yang luar biasa untuk kita.

Monday, May 26, 2008

JADILAH SEBAGAI SEORANG PENGAMAT DAN BELAJARLAH MEMUSATKAN PERHATIAN

Mahasiwa baru sekolah kedokteran sedang belajar tentang anatomi tubuh, dan sebagai contohnya, sang Professor menunjukkan mayat manusia. Semua mahasiswa itu berkumpul di depan meja bedah, dan mayat tersebut ditutupi dengan kain putih.

Professor itu memulai pelajarannya dengan memberitahu mahasiwanya,"Dalam bidang kedokteran , ada 2 hal penting yang harus dimiliki seorang dokter. Yang pertama adalah Anda tidak perlu ragu menyentuh mayat manusia."

Sebagai contoh , Professor itu menarik kain putih tadi dan memasukkan jari tanggannya kedalam pantat mayat tersebut, kemudian menariknya dan isap didalam mulutnya.

“Nah, sekarang teruskan dan lakukanlah hal yang sama”, kata Professor itu kepada mahasiswanya. Mereka merasa aneh dan ragu untuk melakukannya, namun pada giliran masing-masing melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh sang Professor tadi. Setiap mahasiwa coba mengontrol supaya tidak muntah.

Ketika semuanya sudah selesai, Professor itu pun memperhatikan satu persatu mahasiswanya dan berkata, “Hal kedua yang paling penting harus diperhatikan seorang dokter adalah OBSERVASI. Tadi saya masukkan jari tengah saya tetapi yang saya isap adalah jari telunjuk. Sekarang mulai belajarlah bagaimana memusatkan perhatikan.”


Untuk Berbagi…..

Nah, saya yakin kita pasti tertawa ketika selesai membaca cerita lelucon ini.

Dalam belajar apalagi kita pemula dalam apa profesi pun, kita secara nyata memiliki kecenderungan untuk mengabaikan. Kita dengan mudah tertipu dan menjadi “sasaran olok-olok” bagi orang lain karena kita masih kurang pengalaman. Kita memang kurang observasi dan belum belajar memusatkan perhatian.

Seorang “planter” (profesi dalam perkebunan) dilatih untuk sangat suka mengamati dilapangan. Ketika dia berjalan dilapangan, dia dapat melihat dan menditeksi hal-hal yang tidak benar di kebun yang dia tangani. Pandangan matanya harus setajam mata seekor burung elang atau rajawali.

Memusatkan perhatian dengan observasi, seorang “planter” dapat bertindak melakukan pekerjaan itu sebagaimana mestinya dengan menegakkan disiplin staf dilapangan dan mengambil tindakan perbaikan agar pekerjaan itu dapat diselesaikan secara patut tanpa ada keraguan dan penundaan. Staf dan mandor dilatih untuk memusatkan perhatian juga melaksanakan dan memeriksa tugas-tugasnya dilapangan. Kurang perhatian dan kurang observasi kepada karyawan mengakibatkan pekerjaan itu tidak selesai.


Seorang “planter“ tidak akan kompromi terhadap standar dan kualitas pekerjaan. Tidak ada tawar menawar untuk pekerjaan setengah selesai atau setengah tidak selesai. Pekerjaan untuk hari ini harus diselesaikan dan pasti diselesaikan. Ini hanya masalah DEDIKASI dan KOMITMENT, terlibat perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pendelegasian, tindak lanjut dan pengawasan.

Sepanjang seorang “planter” memusatkan perhatiannya kepada prinsip "rencanakan pekerjaan Anda” dan “kerjakan rencana Anda”, pasti pekerjaan itu "selesai dengan baik”. Inilah yang kita sebutkan sebagai “kepuasan kerja”

Wednesday, April 30, 2008

Khilaf Adalah Sifat Manusia (To Err Is Human)

Hidup kita tidak selalu berjalan mulus. Membuat kesalahan merupakan bagian pengalaman dalam pekerjaan. Ada masalah yang tak dapat terelakkan dan kita harus menerimanya dan memanfaatkan segala masalah tersebut sebagai pangalaman yang pahit. Tetapi yang ada masalah bisa kita menghalangi, makanya hanya membuktikan kita tidak pernah belajar apapun dari kesalahan yang lama.

Seorang teman memberitahu saya bahwa dia telah mendaftarkan laporan pribadi secara khusus untuk rekor setiap kesalahan terjadi. “Membuat kesalahan biasa saja,” kata beliau,” tetapi mengulangi kesalahan yang sama untuk 2 kali tidak dapat dimaafkan.”

“Orang yang tidak dapat mengingat apa terjadi pada masa lalu cenderung mengulangi kesalahannya” – oleh George Santayana.

“Kesalahan terasa pahit ketika itu terjadi, tetapi bertahun-tahun kemudian kesalahan –kesalahan yang pernah kita buat menjadi sesuatu yang dianggap sebagai pengalaman” – oleh Denis Whitely.

Saya menyukai ide teman saya dan dengan segera menyadur sistimnya. Maka sudah beberapa tahun saya mempraktikkan dan daftar kesalahan yang saya tuliskan semakin bertambah banyak. Daftar itu berisi dokumen dan memo tentang kesalahan-kesalahan, seperti salah dalam menilai, dan juga keputusan – keputusan bodoh yang pernah saya buat.

Maka diingatkan kesalahan-kesalahan masa lalu sungguh tidak menyenangkan diri, tetapi saya menelusuri rekor kesalahan-kesalahan lama secara berkala supaya tidak mengulangi kesalahan –kesalahan tersebut. Walaupun kesulitan tetapi memang cara efektif untuk belajar. Apakah anda ingin membuat sebuah daftar kesalahan diri? Cobalah !.

Untuk sharing …

Ini memang ide besar! Buatlah sebuah daftar kesalahan yang pernah kita lakukan dan meninjau kembali secara berkala selama hidup terus berjalan. Bagi saya, kumpulan kesalahan-kesalahan merupakan pengalaman yang cukup pahit.

Kita telah diajarkan bahwa,“ Khilaf adalah sifat manusia”. Adalah wajar membuat kesalahan. Jika tidak , kita tidak akan pernah mau belajar. Tetapi adalah hal bodoh jika kita masih mengulangi kesalahan yang sama. Itulah yang selalu diingatkan pemimpin tim kepada anggota timnya.

Tidak dapat dimaafkan? Kenapa tidak ?

Baiklah, masih ada kecenderungan lagi membuat kesalahan yang sama jika kita tidak membuat sebuah daftar kesalahan kita untuk mengingatkan kita agar tidak mengulanginya lagi. Soalnya apakah kita dapat memaafkan diri sendiri karena kebodohan seperti itu ?

Jangan menyalahkan orang lain. Jangan menyalahkan atasan anda. Salahkanlah diri sendiri jika anda tidak pernah belajar dari kesalahan tetapi membuat kesalahan – kesalahan berulang-ulang merupakan satu kebodohan.

Sebaliknya, kita seharusnya belajar dari kesalahan yang kita buat pada masa lalu, iaitu pengalaman pahit, disepanjang karir kita. Apalagi kita akan menjadi lebih bijaksana membuat penilaian yang baik dan keputusan yang betul. Makanya tidak lagi kita ulangi kesalahan yang sama. Hasil akhirnya selalu manis dan kita pun merasakan kepuasan kerja.


Apakah anda juga berpikir demikian ?

Tuesday, April 15, 2008

MEMAAFKAN & MENGHARGAI

Sebuah kisah yang menceritakan 2 orang yang bersahabat karib sedang melakukan perjalanan di gurun pasir. Selama dalam perjalanan terjadilah beda pendapat, tiba tiba muka seorang ditambar oleh temannya,”Plak!”

T
emannya yang ditampar itu merasakan sakit, dan kemudian tanpa mengatakan sesuatu apapun, dia lalu menuliskan di atas pasir,“ HARI INI SAHABAT KARIBKU TELAH MENAMPAR MUKAKU.”


M
ereka terus meneruskan perjalanan hingga akhirnya menemukan sebuah mata air di gurun pasir dan langsung berputus mau mandi. Tetapi teman yang telah kena tampar itu terperosok ke dalam lumpur dan hampir terbenam. Nasib baik dia dapat diselamatkan oleh sahabatnya.
Setelah dia berada di tempat aman dari lumpur itu, dia pun menuliskan sesuatu di atas sebuah batu, “HARI INI SAHABAT KARIBKU TELAH MENYELAMATKAN NYAWA SAYA”.

Kemudian sahabatnya bertanya,“Pada saat saya tambar mukamu, kamu menulis diatas pasir. Kenapa sekarang kamu menulis di atas sebuah batu?”

Langsung dijawab,“Ketika seseorang menyakiti kita, maka kita harus menuliskan rasa sakit itu di atas pasir agar angin pengampunan melenyapkannya. Tetapi ketika seseorang berbuat baik kepada kita, maka kita harus mengukirnya di atas sebuah batu agar angin tidak bisa menghilangkan tulisan itu dan kita tidak melupakannya.”

BELAJARLAH MENULISKAN RASA SAKIT ANDA DI ATAS PASIR DAN MENGUKIR KEBAIKAN-KEBAIKAN ORANG DI ATAS SEBUAH BATU

Untuk berbagi….


D
alam hidup, kerap kali ketika kita merasa dipermalukan, dihina, atau disakiti, kita merasa terluka dan membuat kita emosi tidak senang hati. Kemarahan mulai mendidih di dalam diri dan kebencian tertanam di hati kita. Kita bersumpah bahwa suatu hari nanti kita akan balas dendam terhadap orang yang menyakiti kita. Apalagi mukanya di tampar orang. Kejahatan melintas di pikiran kita, bahwa “gigi harus ganti gigi, dan mata harus ganti mata.” Itulah sifat dasar kejahatan manusia,“Terlalu Benci!”


Belajarlah menuliskan luka emosi anda di atas pasir. Mengapa? Karena luka emosi tidak akan pernah sembuh jika anda tidak mau memaafkan. Jika tidak mau, apakah anda tahu bahwa andalah yang akan menderita? Rasa sakit akan mendominasi seluruh hidup anda! Buatlah keputusan yang bijak. Biarlah “angin pengampunan melenyapkan rasa sakit itu.”

S
ebaliknya, selalulah berterima kasih kepada seseorang yang telah berbuat kebaikan kepada anda. Bersyukurlah bahwa anda telah memiliki teman karib yang selalu menyemangati dan memotivasi anda, dan mengangkat anda ke atas ketika anda terjatuh ke bawah Simpanlah rasa berterima kasih anda dalam hati sebagaimana anda “mengukirnya diatas sebuah batu dimana angin tidak akan pernah melenyapkannya”.

Wednesday, March 12, 2008

Usia Tua Bertambah Kebijakan


A police car pulled up in front of an older woman's house, and her husband climbed out. The polite policeman explained that "this elderly gentleman" said that he was lost in the park and couldn't find his way home.

"How could it happen?" asked his wife. "You've been going to that park for over 30 years! How could you get lost?"

Leaning close to her ear so that the policeman couldn't hear, he whispered, "I wasn't lost - I was just too tired to walk home."


Sebuah mobil polisi berhenti di depan rumah seorang wanita tua, dan kemudian suaminya keluar dari mobil itu. Polisi yang sopan itu menjelaskan bahwa suaminya yang tersesat di taman tidak tahu jalan pulang menuju ke rumahnya.

“Bagaimana mungkin itu terjadi ?”, tanya isterinya. “ Sudah 30 tahun kamu sudah biasa pergi pulang ke taman itu. Kenapa kamu bisa tersesat ?”

Suami tersebut lalu berbisik dekat telinga isterinya agar polisi itu tidak mendengar suaranya, “ Sayang. Aku bukan tersesat, cuma aku terlalu capek jalan kaki ke rumah”.


Badan kita menjadi tidak seirama lagi kemampuannya sejalan dengan pertambahan usia kita. Untuk sebagian orang, bekerja menjadi kurang menyenangkan tetapi yang ada sebagian pula merasa senang jika bisa bekerja lebih. Seorang teman yang lebih tua berkomentar, “ Aku telah mencapai usia yang maksimal dimana organ internal dan gigiku yang tersisah sudah habis masa garansinya.”

Memang saya suka semangat dari Pak Charles Marowitz yang mengatakan, “Pada usia tua sepertinya dapat memanjat gunung. Semakin tinggi yang kamu capai maka kamu semakin merasa lelah dan nafas semakin tidak kuat. Tetapi pandangan kamu dalam kehidupan ini semakin menjadi lebih luas.”

Di puncak gunung, seseorang memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dunia ini. Seseorang dapat melihat perbedaan yang membedahkan manusia. Seseorang dapat lebih baik melihat antara yang terluka dan kerapuhan atau kelemahan manusia. Di puncak gunung, seseorang memiliki pandangan yang lebih jauh pada masa lalu dan oleh karenanya dapat memahami masa depan yang lebih jelas. Di puncak gunung , seseorang dapat memandangi kegelapan awan hitam, keputus-asaan dan ketakutan dan melihat bahwa masalah ini tidak menyenangkan seluruhnya karena mereka sebenarnya akan mempercainya. Juga lebih jelas bahwa kegelapan boleh muncul, maka akan berlalu cepat dan suatu hari akan terlewati.

Pak George Bernard Shaw berkata, “ Ada beberapa orang yang berusia 70 tahunan merasa lebih aktif daripada kaum muda berusia 17 tahun”. Saya yakin mereka merasa begitu karena mereka memiliki pandangan yang lebih luas.

Ya. Kita akan memerlukan waktu seumur hidup untuk mendaki gunung. Tetapi, bagi saya, melihat dari atas gunung adalah suatu perjalanan kehidupan yang paling cukup baik dan berharga.

Untuk sharing dan bertukar fikiran .....

Banyak orang yang mendaki Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia di pagi buta untuk sampai ke Low’s Peak, puncak gunung tertinggi, agar dapat melihat matahari terbit yang merupakan pemandangan yang luar biasa. Jika usia tua serupa mendaki gunung , maka saya akan pastikan bahwa saya akan dipuncak gunung melihat matahari terbit dan bukan melihat saat matahari terbenam.

Saat kita mempercepat menjadi tua, kita juga bertumbuh menjadi lebih bijaksana. Anda pernah mendengar,“Kebijakan datang dari pengalaman, dan pengalaman di dapat sejalan dengan usia yang bertambah ? Pengalaman dari kerja kita dapat bertambah sesuai dengan penambahan tahun kerja kita. Kita belajar dari kesalahan, yang utama adalah dari pengalaman terpahit yang kita lalui. Kemudian sedikit semi sedikit dan setahap demi setahap kita peroleh dari pengetahuan relevan melalui pengalaman praktis dan menjadikan kita lebih bijaksana membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.

Firman Tuhan mengatakan bahwa, “ Keindahan orang tua adalah uban” ( Amsal 20:29b). dan “ Orang yang bijak menyimpan pengetahuan” ( Amsal 10:14a)

Ternyata Pak Bruce Willis dalam majalah “People”, “ Walaupun usia setiap orang bertambah, seharusnya boleh merasa lebih muda seperti usia 24, 25 tahun dalam hatinya.”

Dengan cara berpikir dan pemikiran seperti yang telah disampaikan tadi , hidup akan berjalan terus…… kan begitu?