Monday, May 26, 2008

JADILAH SEBAGAI SEORANG PENGAMAT DAN BELAJARLAH MEMUSATKAN PERHATIAN

Mahasiwa baru sekolah kedokteran sedang belajar tentang anatomi tubuh, dan sebagai contohnya, sang Professor menunjukkan mayat manusia. Semua mahasiswa itu berkumpul di depan meja bedah, dan mayat tersebut ditutupi dengan kain putih.

Professor itu memulai pelajarannya dengan memberitahu mahasiwanya,"Dalam bidang kedokteran , ada 2 hal penting yang harus dimiliki seorang dokter. Yang pertama adalah Anda tidak perlu ragu menyentuh mayat manusia."

Sebagai contoh , Professor itu menarik kain putih tadi dan memasukkan jari tanggannya kedalam pantat mayat tersebut, kemudian menariknya dan isap didalam mulutnya.

“Nah, sekarang teruskan dan lakukanlah hal yang sama”, kata Professor itu kepada mahasiswanya. Mereka merasa aneh dan ragu untuk melakukannya, namun pada giliran masing-masing melakukan hal serupa seperti yang dilakukan oleh sang Professor tadi. Setiap mahasiwa coba mengontrol supaya tidak muntah.

Ketika semuanya sudah selesai, Professor itu pun memperhatikan satu persatu mahasiswanya dan berkata, “Hal kedua yang paling penting harus diperhatikan seorang dokter adalah OBSERVASI. Tadi saya masukkan jari tengah saya tetapi yang saya isap adalah jari telunjuk. Sekarang mulai belajarlah bagaimana memusatkan perhatikan.”


Untuk Berbagi…..

Nah, saya yakin kita pasti tertawa ketika selesai membaca cerita lelucon ini.

Dalam belajar apalagi kita pemula dalam apa profesi pun, kita secara nyata memiliki kecenderungan untuk mengabaikan. Kita dengan mudah tertipu dan menjadi “sasaran olok-olok” bagi orang lain karena kita masih kurang pengalaman. Kita memang kurang observasi dan belum belajar memusatkan perhatian.

Seorang “planter” (profesi dalam perkebunan) dilatih untuk sangat suka mengamati dilapangan. Ketika dia berjalan dilapangan, dia dapat melihat dan menditeksi hal-hal yang tidak benar di kebun yang dia tangani. Pandangan matanya harus setajam mata seekor burung elang atau rajawali.

Memusatkan perhatian dengan observasi, seorang “planter” dapat bertindak melakukan pekerjaan itu sebagaimana mestinya dengan menegakkan disiplin staf dilapangan dan mengambil tindakan perbaikan agar pekerjaan itu dapat diselesaikan secara patut tanpa ada keraguan dan penundaan. Staf dan mandor dilatih untuk memusatkan perhatian juga melaksanakan dan memeriksa tugas-tugasnya dilapangan. Kurang perhatian dan kurang observasi kepada karyawan mengakibatkan pekerjaan itu tidak selesai.


Seorang “planter“ tidak akan kompromi terhadap standar dan kualitas pekerjaan. Tidak ada tawar menawar untuk pekerjaan setengah selesai atau setengah tidak selesai. Pekerjaan untuk hari ini harus diselesaikan dan pasti diselesaikan. Ini hanya masalah DEDIKASI dan KOMITMENT, terlibat perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pendelegasian, tindak lanjut dan pengawasan.

Sepanjang seorang “planter” memusatkan perhatiannya kepada prinsip "rencanakan pekerjaan Anda” dan “kerjakan rencana Anda”, pasti pekerjaan itu "selesai dengan baik”. Inilah yang kita sebutkan sebagai “kepuasan kerja”

Saturday, May 17, 2008

CINTALAH PEKERJAAN ANDA !


NASKAH PIDATO DARI MR.NARYANA MURTHY SELAMA SESI MEMBERIKAN BIMBINGAN :

Saya tahu bahwa ada orang yang bekerja selama 12 jam sehari, 6 hari seminggu, atau bahkan lebih. Beberapa orang meperpanjangkan waktu kerjanya kerana keadaan darurat tetapi untuk sementara saja. Ada orang lain yang saya kenal sudah sering bekerja lembur selama bertahun-tahun. Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar bekerja selama jam itu, tetapi saya tahu bahwa mereka berada dalam kantor lama sekali. Orang lain menghabiskan waktu berjam-jam kerja karena mereka sudah menjadi pecandu kerja dikantor.
Apapun alasannya untuk bekerja lembur, maka bekerja lebih dari jam kerja dalam jangka panjang adalah fatal kepada orang dan organisasi. Ada hal-hal yang dapat dilaksanakan oleh manager untuk merobah masalah tersebut menjadikan kebaikan setiap karyawan. Karena bekerja terlalu lama di kantor, dalam jangka panjang, akan memberi kesempatan membuat kesalahan-kesalahan kemungkinan besar.

Kolega saya yang bekerja terlalu lama di kantor seringkali membuat kesalahan-kesalahan akibat terlalu kelelahan. Memperbaiki kesalahan mereka ini membutuhkan waktu mereka dan juga untuk membuat koreksi kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan lewat jam 5 sore pada hari Senin.

Masalah bagi orang yang bekerja dengan waktu lama dkantor rupanya bukan berada ditempat kerja yang menyenangkan hati. Mereka sering mengeluhkan rekan-rekan lain yang tidak bekerja sekeras seperti mereka dan terjadi jengkel, tersinggung, sering naik darah dan bahkan lekas marah. Oleh demikian, rekan-rekan lain menghindari mereka. Tingkah laku seperti ini merupakan masalah besar. Sebenarnya, penyelesaian pekerjaan jauh lebih baik hasilnya dengan kerja sama ketimbang satu sama lain saling menghindar.

Sebagai Manager, ada beberapa cara yang kita bisa lakukan untuk membantu staff dan anak buah kita meninggalkan kantor sesudah jam kerja. Terutama harus memberikan contoh kepada mereka yaitu langsung pulang rumah dari kantor sesudah jam kerja. Saya telah bekerja dengan seorang manager yang mencaci orang bekerja waktu lama. Kata-katanya kurang bermakna ketika dia kirimkan kata makian kepada mereka melalui email masing-masing tepatnya jam 02 pagi pada hari Minggu.

Yang kedua adalah meminta kepada mereka agar menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Sebagai contoh, ini bisa dijadikan sebagai pedoman yang membantu :

1) Bangun pagi. Serapang pagi secukupnya. Kemudian berangkat kekantor.
2) Bekerja keras dengan sungguh-sungguh selama 8 atau 9 jam.
3) Pulang rumah sesudah jam kerja
4) Bacalah buku/komik, tontonlah film yang menyenangkan, bermain
dengan anak-anak Anda
5) Makanlah dan tidurlah dengan baik.

Ini disebut rekreasi.

Lakukan tahap 1, 3 , 4 dan 5 memungkinkan melakukan tahap 2.

Bekerja dengan jam yang teratur dan rekreasilah setiap hari dengan konsep sederhana. Meskipun ini sulit dilakukan oleh sebagian orang sebab memerlukan “ perobahan pribadi” dalam hidup, tetapi mungkin dilakukan sejak kita semuanya memiliki kekuatan memilih untuk melakukannya.

Menyikapi issu lembur, saya mengingatkan anak tertua saya. Ketika dia masih kecil, waktu ada kunjungan tamu saya, dia tidak mau tidur dan tidak perduli berapa lama tamu berada dirumah kita, dan berapa jam sudah berjalan waktu kunjungan tamu pada malam itu. Seolah-olah dia takut akan kehilangan sesuatu. Begitu tamu saya pulang maka diapun tertidur. Akibatnya dia terlalu lelah dan bermimpi berteriak karena mimpi seram. Rupanya ketiga kita harus membayar mahal karena rasa takutnya akan kehilangan sesuatu tadi.

Barangkali beberapa orang yang bekerja memerlukan lebih waktu untuk menyelesaikan semua kerjanya ketika mereka meninggalkan kantor. Tetapi ini akan terjadi satu kebiasaan dan terjadi kekacauan dalam perkerjaan mereka. Kehidupan memang begini!. Masalah akan ada dalam 24 jam sehari. Kita perlu istirahat sebentar setelah bekerja langsung berapa jam berjalan. Jadi, sempatkan tidur sebentar selepas makan siang. Sesuatu akan terjadi ketika Anda tertidur, dan Anda akan menghilangan segala kelelahan dengan memiliki kembali tenaga baru ketika bagun dari tidur siang meski sebentar saja.

“CINTAILAH PEKERJAAN ANDA, TETAPI JANGAN PERNAH JATUH CINTA DENGAN PERUSAHAAN ANDA KARENA ANDA TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAAN BERHENTI MENCINTAI ANDA” - Narayana Murthy

Untuk sharing…..

Sebagai karyawan , saya yakin kita semua mencintai pekerjaan kita. Soalnya perlukah kita bekerja seperti seorang yang gila kerja dan mengharapkan anak buah dan staff kita juga menjadi “workaholic”?

Bukankah ada waktu untuk bekerja? Ada juga waktu untuk benar-benar beristirahat dan rileks untuk melepaskan rasa stress. Begitu juga ada waktu untuk bermain dan melakukan olahraga secara teratur sesudah bekerja agar tetap sehat.

Bekerja keras berbeda dari bekerja dengan waktu lama seolah-olah tidak dapat berhenti bekerja. Prinsip sukses adalah “ bekerja keras dan bekerja dengan bijak.” Kita tidak melihat seberapa lama seseorang bekerja, tetapi yang pentingnya kita melihat cara kerjanya bagaimana menyelesaikan pekerjaannya.

Nah, kita selalu diingatkan akan arti dari “rasa memiliki” ketika bekerja di perusahaan manapun. Terlepas dari apapun gelar dan jabatan kita, secara nyata sebagai karyawan di perusahaan manapun dituntut tanggungjawab terhadap pekerjaan kita. Kita harus mengkontribusikan keahlian terbaik kita, dan dengan antusias mencapai tujuan dan sasaran perusahaan secara efisien. Setelah mempertimbangkan semuanya kita harus berkontibusi dan menjadi bernilai sebagai “assets” di dalam perusahaan kita, bukan “liabilities".

Bagi saya, ini bukan satu keraguan atau kesangsian jatuh cinta dengan perusahaan, tetapi seorang karyawan akan merasa lebih aman jika diakui sebagai seorang anggota tim di dalam organisasi. Sesungguhnya seorang karyawan ingin dipuji, dihormati dan dihargai oleh peusahaan sehingga karyawan dapat menikmati penghargaan kenaikan gaji dan bonus yang diberikan kepadanya. Ketika ada hubungan tali persaudaraan antara karyawan dan Pengusaha, maka karyawan dapat bertahan dan senang bekerja di perusahaan itu.

Jika keadaan berbeda dari situasi tersebut tadi, mungkin apa yang dikatakan oleh Mr.N.Murthy mutlak benar, “perusahaan telah berhenti mencintai Anda”. Ya. Anda tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga. Ini bermakna waktu sudak sampai untuk membuat keputuskan mengundur diri dan berhenti kerja. Carilah kesempatan diperusahaan lain dimana Anda akan dapat menemukan kebahagian dan kepusaan kerja.

Dalam Kolose 3:23-24 dikatakan : “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagi upah. Kristus adalah tuan dan kita hamba-hamba-Nya.

Wednesday, April 30, 2008

Khilaf Adalah Sifat Manusia (To Err Is Human)

Hidup kita tidak selalu berjalan mulus. Membuat kesalahan merupakan bagian pengalaman dalam pekerjaan. Ada masalah yang tak dapat terelakkan dan kita harus menerimanya dan memanfaatkan segala masalah tersebut sebagai pangalaman yang pahit. Tetapi yang ada masalah bisa kita menghalangi, makanya hanya membuktikan kita tidak pernah belajar apapun dari kesalahan yang lama.

Seorang teman memberitahu saya bahwa dia telah mendaftarkan laporan pribadi secara khusus untuk rekor setiap kesalahan terjadi. “Membuat kesalahan biasa saja,” kata beliau,” tetapi mengulangi kesalahan yang sama untuk 2 kali tidak dapat dimaafkan.”

“Orang yang tidak dapat mengingat apa terjadi pada masa lalu cenderung mengulangi kesalahannya” – oleh George Santayana.

“Kesalahan terasa pahit ketika itu terjadi, tetapi bertahun-tahun kemudian kesalahan –kesalahan yang pernah kita buat menjadi sesuatu yang dianggap sebagai pengalaman” – oleh Denis Whitely.

Saya menyukai ide teman saya dan dengan segera menyadur sistimnya. Maka sudah beberapa tahun saya mempraktikkan dan daftar kesalahan yang saya tuliskan semakin bertambah banyak. Daftar itu berisi dokumen dan memo tentang kesalahan-kesalahan, seperti salah dalam menilai, dan juga keputusan – keputusan bodoh yang pernah saya buat.

Maka diingatkan kesalahan-kesalahan masa lalu sungguh tidak menyenangkan diri, tetapi saya menelusuri rekor kesalahan-kesalahan lama secara berkala supaya tidak mengulangi kesalahan –kesalahan tersebut. Walaupun kesulitan tetapi memang cara efektif untuk belajar. Apakah anda ingin membuat sebuah daftar kesalahan diri? Cobalah !.

Untuk sharing …

Ini memang ide besar! Buatlah sebuah daftar kesalahan yang pernah kita lakukan dan meninjau kembali secara berkala selama hidup terus berjalan. Bagi saya, kumpulan kesalahan-kesalahan merupakan pengalaman yang cukup pahit.

Kita telah diajarkan bahwa,“ Khilaf adalah sifat manusia”. Adalah wajar membuat kesalahan. Jika tidak , kita tidak akan pernah mau belajar. Tetapi adalah hal bodoh jika kita masih mengulangi kesalahan yang sama. Itulah yang selalu diingatkan pemimpin tim kepada anggota timnya.

Tidak dapat dimaafkan? Kenapa tidak ?

Baiklah, masih ada kecenderungan lagi membuat kesalahan yang sama jika kita tidak membuat sebuah daftar kesalahan kita untuk mengingatkan kita agar tidak mengulanginya lagi. Soalnya apakah kita dapat memaafkan diri sendiri karena kebodohan seperti itu ?

Jangan menyalahkan orang lain. Jangan menyalahkan atasan anda. Salahkanlah diri sendiri jika anda tidak pernah belajar dari kesalahan tetapi membuat kesalahan – kesalahan berulang-ulang merupakan satu kebodohan.

Sebaliknya, kita seharusnya belajar dari kesalahan yang kita buat pada masa lalu, iaitu pengalaman pahit, disepanjang karir kita. Apalagi kita akan menjadi lebih bijaksana membuat penilaian yang baik dan keputusan yang betul. Makanya tidak lagi kita ulangi kesalahan yang sama. Hasil akhirnya selalu manis dan kita pun merasakan kepuasan kerja.


Apakah anda juga berpikir demikian ?

Tuesday, April 15, 2008

MEMAAFKAN & MENGHARGAI

Sebuah kisah yang menceritakan 2 orang yang bersahabat karib sedang melakukan perjalanan di gurun pasir. Selama dalam perjalanan terjadilah beda pendapat, tiba tiba muka seorang ditambar oleh temannya,”Plak!”

T
emannya yang ditampar itu merasakan sakit, dan kemudian tanpa mengatakan sesuatu apapun, dia lalu menuliskan di atas pasir,“ HARI INI SAHABAT KARIBKU TELAH MENAMPAR MUKAKU.”


M
ereka terus meneruskan perjalanan hingga akhirnya menemukan sebuah mata air di gurun pasir dan langsung berputus mau mandi. Tetapi teman yang telah kena tampar itu terperosok ke dalam lumpur dan hampir terbenam. Nasib baik dia dapat diselamatkan oleh sahabatnya.
Setelah dia berada di tempat aman dari lumpur itu, dia pun menuliskan sesuatu di atas sebuah batu, “HARI INI SAHABAT KARIBKU TELAH MENYELAMATKAN NYAWA SAYA”.

Kemudian sahabatnya bertanya,“Pada saat saya tambar mukamu, kamu menulis diatas pasir. Kenapa sekarang kamu menulis di atas sebuah batu?”

Langsung dijawab,“Ketika seseorang menyakiti kita, maka kita harus menuliskan rasa sakit itu di atas pasir agar angin pengampunan melenyapkannya. Tetapi ketika seseorang berbuat baik kepada kita, maka kita harus mengukirnya di atas sebuah batu agar angin tidak bisa menghilangkan tulisan itu dan kita tidak melupakannya.”

BELAJARLAH MENULISKAN RASA SAKIT ANDA DI ATAS PASIR DAN MENGUKIR KEBAIKAN-KEBAIKAN ORANG DI ATAS SEBUAH BATU

Untuk berbagi….


D
alam hidup, kerap kali ketika kita merasa dipermalukan, dihina, atau disakiti, kita merasa terluka dan membuat kita emosi tidak senang hati. Kemarahan mulai mendidih di dalam diri dan kebencian tertanam di hati kita. Kita bersumpah bahwa suatu hari nanti kita akan balas dendam terhadap orang yang menyakiti kita. Apalagi mukanya di tampar orang. Kejahatan melintas di pikiran kita, bahwa “gigi harus ganti gigi, dan mata harus ganti mata.” Itulah sifat dasar kejahatan manusia,“Terlalu Benci!”


Belajarlah menuliskan luka emosi anda di atas pasir. Mengapa? Karena luka emosi tidak akan pernah sembuh jika anda tidak mau memaafkan. Jika tidak mau, apakah anda tahu bahwa andalah yang akan menderita? Rasa sakit akan mendominasi seluruh hidup anda! Buatlah keputusan yang bijak. Biarlah “angin pengampunan melenyapkan rasa sakit itu.”

S
ebaliknya, selalulah berterima kasih kepada seseorang yang telah berbuat kebaikan kepada anda. Bersyukurlah bahwa anda telah memiliki teman karib yang selalu menyemangati dan memotivasi anda, dan mengangkat anda ke atas ketika anda terjatuh ke bawah Simpanlah rasa berterima kasih anda dalam hati sebagaimana anda “mengukirnya diatas sebuah batu dimana angin tidak akan pernah melenyapkannya”.

Friday, April 11, 2008

Berlari Sampai Garis Akhir




Apakah Anda pernah melihat gambar pelari marathon? Dalam perlombaan marathon, mereka berlari bersungguh-sungguh dangan menunjukkan KONSENTRASI dan KEBULATAN TEKAD. Di dalam hatinya, mereka sudah memutuskan berlari sampai garis akhir. Oleh demikian, mereka memfokus kepada setiap langkah kaki dengan ketetapan hati sehingga pelombaan selesai.

Pelari marathon itu melepaskan segala beban termasuk pakaian yang tidak cocok atau apa saja yang dapat memperlambat geraknya. Sesudah mengambil nomor resmi, mereka menyiapkan dirinya untuk berpartisipasi dalam perlombaan marathon.

Pelari marathon tidak hanya melepaskan sesuatu yang dapat memperlambat geraknya, mereka juga memakai pakaian dengan hati-hati. Mereka pilih sepatu terbaik dan baju olaraga atau kemeja sport yang cukup lumayan untuk berlari marathon.

Kita harus hidup seperti pelari marathon. Kita hendak melepaskan sesuatu yang memperlambat gerak kita dan menyiapkan hati dan pikiran kita hingga kita sampai ke garis akhir.

- THE NIV QUIET TIME BIBLE (Pg 1466 & 1467)

Sesuatu untuk berbagi……

Jika kita sudah memiliki sikap positip dan pola pikir yang benar dari prinsip pelari marathon , maka tidak ada lagi alasan apapun untuk mengerjakan pekerjaan setengah selesai atau setengah tidak selesai. Satu pekerjaan yang dikerjakan setengah selesai dan setengah tidak selesai tidak lebih baik dari pada satu pekerjaan yang tidak dikerjakan sama sekali. Hasilnya sama saja pada akhir hari itu. Anda tidak menghasilkan apapun! Apakah alasan-alasan yang diberikan dapat membalikkan keadaan dan pekerjaan dapat terselesaikan? Secara pasti jawabannya,“Tidak." Sesungguhnya bahwa pekerjaan yang tidak diselesaikan adalah sama dengan pekerjaan yang tidak dikerjakan, terlepas dari alasan-alasan yang diberikan.

KEBULATAN TEKAD adalah merupakan kunci utama agar pekerjaan dapat diselesaikan. Sekali Anda penuh dengan KEBULATAN TEKAD, Anda akan menemukan cara dan alat untuk menyelesaikan pekerjaan itu pada akhir hari itu. Apapun rintangan disepanjang jalan tidak akan menghentikanmu untuk menyelesaikannya karena Anda terfokus dan terkonsentrasi bekerja yang mungkin telah Anda putuskan dalam pikiran bahwa pekerjaan itu bukan hanya sekedar selesai dikerjakan , tetapi Anda juga ingin hasil yang terbaik.

Banyak orang yang telah tersentuh hatinya dengan kisah nyata pelari marathon yang menyelesaikan perlombaan dengan urutan terakhir 40 tahun yang lalu. Salah satunya adalah John Steven Akhwari dari Tanzania. Dia ikut serta di Olimpiade Kota Mexico pada tahun 1968. Sayang sekali, dia terjatuh ketika perlombaan berlangsung dan luka memar dikaki. Nampaknya dia hanya satu-satunya pelari yang tertinggal dijalur lari ketika dia berada di stadion malam itu. Dilaporkan juga bahwa kira-kira 1 jam lalu, pemenang perlombaan marathon pun telah diumumkan melalui pengumuman resmi tetapi John Steven Akhwari masih tetap berlari.

Rupanya, John Steven Akhwari, adalah seorang pelari marathon yang DISIPLIN , PENUH DENGAN DEDIKASI dan KEBULATAN TEKAD, tidak putus asa sekalipun sebuah balutan luka dikaki, tetapi dia maju terus berjalan pincang dengan rasa sakit untuk mencapai garis akhir. Sekumpulan penonton yang tinggal menyaksikan perlombaan itu bertepuk tangan memberikan penghargaan dengan suara yang bergemuruh ketika dia mencapai garis akhir. Inilah yang pertama kali, seorang atletik menyelesaikan perlombaan di posisi terakhir yang diberikan sambutan sorak-sorai sambil berdiri, ini adalah kisah yang penuh dengan KETEKUNAN, GIGIH, dan KEBULATAN TEKAD yang membuat dia menang karena rasa hormat dari seluruh dunia.

Ketika dia ditanyai mengapa dia terus berlari, dengan gamblang dia menjawab,” Negara saya antar saya 7000 mil ke Kota Mexico tidak mengutus saya untuk memulai pertandingan. Mereka mengutus saya kemari untuk menyelesaikannya.”

Kata-katanya tentu saja telah menginspirasi dan memotivasi banyak orang.

Wednesday, March 12, 2008

Usia Tua Bertambah Kebijakan


A police car pulled up in front of an older woman's house, and her husband climbed out. The polite policeman explained that "this elderly gentleman" said that he was lost in the park and couldn't find his way home.

"How could it happen?" asked his wife. "You've been going to that park for over 30 years! How could you get lost?"

Leaning close to her ear so that the policeman couldn't hear, he whispered, "I wasn't lost - I was just too tired to walk home."


Sebuah mobil polisi berhenti di depan rumah seorang wanita tua, dan kemudian suaminya keluar dari mobil itu. Polisi yang sopan itu menjelaskan bahwa suaminya yang tersesat di taman tidak tahu jalan pulang menuju ke rumahnya.

“Bagaimana mungkin itu terjadi ?”, tanya isterinya. “ Sudah 30 tahun kamu sudah biasa pergi pulang ke taman itu. Kenapa kamu bisa tersesat ?”

Suami tersebut lalu berbisik dekat telinga isterinya agar polisi itu tidak mendengar suaranya, “ Sayang. Aku bukan tersesat, cuma aku terlalu capek jalan kaki ke rumah”.


Badan kita menjadi tidak seirama lagi kemampuannya sejalan dengan pertambahan usia kita. Untuk sebagian orang, bekerja menjadi kurang menyenangkan tetapi yang ada sebagian pula merasa senang jika bisa bekerja lebih. Seorang teman yang lebih tua berkomentar, “ Aku telah mencapai usia yang maksimal dimana organ internal dan gigiku yang tersisah sudah habis masa garansinya.”

Memang saya suka semangat dari Pak Charles Marowitz yang mengatakan, “Pada usia tua sepertinya dapat memanjat gunung. Semakin tinggi yang kamu capai maka kamu semakin merasa lelah dan nafas semakin tidak kuat. Tetapi pandangan kamu dalam kehidupan ini semakin menjadi lebih luas.”

Di puncak gunung, seseorang memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dunia ini. Seseorang dapat melihat perbedaan yang membedahkan manusia. Seseorang dapat lebih baik melihat antara yang terluka dan kerapuhan atau kelemahan manusia. Di puncak gunung, seseorang memiliki pandangan yang lebih jauh pada masa lalu dan oleh karenanya dapat memahami masa depan yang lebih jelas. Di puncak gunung , seseorang dapat memandangi kegelapan awan hitam, keputus-asaan dan ketakutan dan melihat bahwa masalah ini tidak menyenangkan seluruhnya karena mereka sebenarnya akan mempercainya. Juga lebih jelas bahwa kegelapan boleh muncul, maka akan berlalu cepat dan suatu hari akan terlewati.

Pak George Bernard Shaw berkata, “ Ada beberapa orang yang berusia 70 tahunan merasa lebih aktif daripada kaum muda berusia 17 tahun”. Saya yakin mereka merasa begitu karena mereka memiliki pandangan yang lebih luas.

Ya. Kita akan memerlukan waktu seumur hidup untuk mendaki gunung. Tetapi, bagi saya, melihat dari atas gunung adalah suatu perjalanan kehidupan yang paling cukup baik dan berharga.

Untuk sharing dan bertukar fikiran .....

Banyak orang yang mendaki Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia di pagi buta untuk sampai ke Low’s Peak, puncak gunung tertinggi, agar dapat melihat matahari terbit yang merupakan pemandangan yang luar biasa. Jika usia tua serupa mendaki gunung , maka saya akan pastikan bahwa saya akan dipuncak gunung melihat matahari terbit dan bukan melihat saat matahari terbenam.

Saat kita mempercepat menjadi tua, kita juga bertumbuh menjadi lebih bijaksana. Anda pernah mendengar,“Kebijakan datang dari pengalaman, dan pengalaman di dapat sejalan dengan usia yang bertambah ? Pengalaman dari kerja kita dapat bertambah sesuai dengan penambahan tahun kerja kita. Kita belajar dari kesalahan, yang utama adalah dari pengalaman terpahit yang kita lalui. Kemudian sedikit semi sedikit dan setahap demi setahap kita peroleh dari pengetahuan relevan melalui pengalaman praktis dan menjadikan kita lebih bijaksana membuat keputusan dan menyelesaikan masalah.

Firman Tuhan mengatakan bahwa, “ Keindahan orang tua adalah uban” ( Amsal 20:29b). dan “ Orang yang bijak menyimpan pengetahuan” ( Amsal 10:14a)

Ternyata Pak Bruce Willis dalam majalah “People”, “ Walaupun usia setiap orang bertambah, seharusnya boleh merasa lebih muda seperti usia 24, 25 tahun dalam hatinya.”

Dengan cara berpikir dan pemikiran seperti yang telah disampaikan tadi , hidup akan berjalan terus…… kan begitu?

Sunday, March 9, 2008

RASA HORMAT


One of my favorite and most influential teachers was a high-school English teacher. His class was extremely difficult and challenging, but I loved it and worked diligently in order to do well. The reason I respected this teacher so much is that he listened to me and valued me. We would all like to be respected by others, and so we try many ways of gaining that respect. Some try to gain it through controlling others or by demanding it. However, one of the ways respect is gained is by appreciating others and showing them respect.

- THE NIV QUIET TIME BIBLE (Pg 559)

Salah satu guru saya yang favorit atau kesayangan dan paling berpengaruh adalah guru Bahasa Inggeris ketika saya sebagai pelajar SMA. Pelajaran yang diberikannya betul-betul sulit dan bagi saya hal ini sangat menantang, namun saya sangat menyenanginya dan mengerjakannnya dengan rajin agar hasilnya baik. Alasan bagi saya sangat menghormati dia karena dia mau mendengarkan dan menghargai saya. Kita juga ingin dihormati oleh orang lain, dan oleh karenanya kita sering mencoba banyak cara untuk mendapatkan kehormatan dari orang lain.Beberapa orang coba mendapatkan kehormatan itu dengan cara mengendalikan atau menuntut dari orang lain. Sebenarnya yang lebih baik untuk mendapatkannya adalah dengan cara menghargai orang lain terlebih dahulu dan menghormati mereka.

Untuk sharing dan bertukar pikiran ….

"Respek atau kehormatan terhadap diri kita harus dihargai dan bukan dituntut dari orang lain". Pernyataan ini memang benar!. Ketika seorang bos menuntut agar dihormati oleh karyawannya, maka rasa hormat yang ditunjukkan itu kepada bosnya tidak benar. Rasa hormat harus dari hati yang tulus.

Barangkali karyawannya takut dimarahi, takut tidak mendapat kenaikan gaji, takut tidak mendapat bonus, takut tidak dipromosi, dan bahkan takut kehilangan akan pekerjaannya.

Saling hormat menghormati adalah salah satu cita-cita atau aspek terpenting dalam kehidupan kita.

Satu pepatah Cina kuno mengatakan,"Jika seseorang memberikan rasa hormatnya kepada saya sebesar 30 %, maka saya pun akan membalaskan rasa hormat saya kepada orang tersebut sebasar 70 % ( Jika saya tidak dihormati sepenuhnya maka saya tidak akan menghormati dia juga sepenuhnya ).

Jika seorang bos memperlakukan karyawannya sebagai asset yang berharga dan memperlakukannya dengan tulus , maka karyawannya akan lebih menghormati bosnya.

Pada saat kunjungan mantan bos saya kekebun, saya dapat satu kesempatan menyampaikan kepadanya bahwa untuk mendapatkan rasa hormat dari orang lain tidak harus dituntut dari mereka. Saya masih mengingat bahwa bos saya itu menterkejutkan dengan sesuatu ekspresi dari wajahnya ketika dia menyimak apa yang saya katakan. Kemudian saya memperhatikan ada perobahan diwajahnya tersungging senyuman dibibirnya apabila saya sampaikan bahwa dia sudah dapat kehormatan dari saya.

Pastilah kita jauh lebih menghormati bos atau atasan kita bila beliau mau mendengar apa yang kita sampaikan, mengakui kontribusi dan kinerja kita, dan menghargai kita sebagai asset yang bernilai untuk kemajuan organisasi.

Dari semua itu, kunci untuk hubungan yang baik dan sukses antara majikan dengan karyawan adalah seorang bos yang mempelakukan karyawannya secara fair atau adil dengan kepercayaan dan kehormatan yang tulus.

Mantan bos saya sangat puas dengan kondisi lapangan yang saya tangani ketika dia melakukan kunjungan kebun. Bos saya mengatakan di depan MD, “Pak Loh, jika engkau merawat seluruh lapangan ini dengan bersih, maka kita akan memiliki banyak waktu untuk minum teh bersama engkau di kantor kau.”

Tetapi anda harus tahu bahwa seorang bos adalah tetap seorang bos. Walaupun dia sedang senang mengetahui bahwa kita sudah mencapai hasil produksi sesuai anggaran, tetapi kadang kala bos masih berkomentar, “Pak Loh, aku pikir biaya produksi kebun engkau masih sedikit tinggi diatas budget.”

Di dalam Injil Lukas ayat 6 : 31 dengan jelas dikatakan, " Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, berbuatlah juga demikian kepada mereka".

Hormatilah orang lain maka sebaliknya anda akan lebih dihormati.