Tuesday, September 23, 2008

BERPEGANGAN TANGAN

Pada suatu hari pada musim panas, saya duduk ditepi pantai dan saat itu ada 2 orang anak kecil, satu laki-laki dan satu perempuan, serdang bermain pasir di pantai. Kedua anak itu bersunguh-sunguh membuat sebuah istana dari pasir lengkap dengan pagar, menara, parit dikelilingi benteng and jalan lintas. Ketika pembuatan istana dari pasir itu hampir selesai, ada sebuah ombak besar datang menerjang dan menghancurkannya. Kasihan, apa yang tinggal cuma satu tumpukan pasir yang basah.

Saya mengira anak-anak itu akan menangis karena apa yang mereka buat dengan sungguh hati telah dihancurkan oleh terjangan ombak. Namun reaksi mereka mengejutkan saya. Kenapa?

Mereka tidak peduli apa yang terjadi. Cuma mereka berlari jauh dari air ombak dan terus tertawa sambil berpegangan tangan. Nampaknya mereka tidak merasa duka tetapi masih bersuka hati. Inilah yang luar biasa! Lalu kemudian mereka coba membangun sebuah istana pasir yang baru.

Saya menyadari bahwa apa yang saya lihat dari kejadian bagi anak-anak itu sudah memberikan saya sebuah pelajaran yang penuh dengan arti. Intinya ada banyak hal-hal dalam kehidupan Anda serupa membangun istana dari pasir dan banyak waktu sudah Anda boroskan untuk mengatur semua susunan yang komplikasi. Maka gelombang ombak akan menerjang dan menghantam apa yang telah Anda kerjakan dengan sungguh–sungguh. Kemungkinan pada saat itu Anda merasa sedih dan dukacita jika sendirian. Pada situasi begitu, bukankah Anda merasa tenang hati dan lebih percaya diri jika ada kekasih atau teman baik memegang tangan Anda untuk berjuang bersama sampai berhasil?

Untuk berbagi:

Ketika saya ulurkan tangan saya, saya dapat melihat senyuman diwajah orang lain dan saya dapat merasakan kehangatan pada saat kita berpegangan tangan sedikit lebih lama dibanding dengan hanya berjabat tangan.

Bila saya pegang tangan istri saya , atau isteri saya memegang tangan saya pada waktu berjalan bersama, khususnya pada saat berdarmawisata, kami dapat merasakan hubungan yang lebih dekat dan penuh kasih, kebahagiaan dan penuh ketawa.

Anda masih ingat cerita seorang anak perempuan melintas jembatan dangan ayahnya? Ayahnya suruh dia pegang tangannya agar tidak jatuh kedalam sungai. Maka anak perempuan itu mau Ayahnya yang pegang tangannya. Dia merasa Ayahnya tidak akan melepas tangannya dan pasti tidak terjadi apa-apa.


Serupa juga pada waktu kita berdoa. Bukankah kita sering meminta Tuhan pegang tangan kita dan jangan dilepaskan? Kita tahu apabila tangan kita dipegang Tuhan, kita merasa lebih aman, bersukaria dan damai sejahtera. Ini memang anuggerah dari Pencipta kita!

1 comment:

Anonymous said...

Saling berpegangan tangan ( holding hands each others ) dari sudut psikologis bisa mempengaruhi motivasi seseorang untuk membakar semangatnya supaya mencoba sesuatu hingga berhasil sebagaimana ditemukan dalam artikel ini. TQ Pak Loh.